Hidup itu tak ubahnya seperti sebuah roller coaster. Sesekali kita akan dibuat terombang-ambing. Kadang menjulang naik ke atas, kadang menukik terjun jauh ke bawah. Keberuntungan hanya soal momentum. Lebih pada bagaimana kita menyikapi setiap kegagalan. Sekalipun mungkin terasa begitu menyakitkan, tetapi di satu titik ada pengalaman dan pembelajaran yang dapat dipetik, menjadikan diri lebih baik.

Setiap kita memiliki ketakutan masing-masing akan masalah yang dihadapi. Cemas, kecewa, marah, sedih, berbagai perasaan campur aduk lainnya. Tetapi yang terpenting bagaimana agar tetap dapat melangkah, terus bertahan, bangkit lagi dan lagi, seperti apapun badai kehidupan datang menyapa. Bukankah ada kalimat bijak yang berkata, pelaut hebat tak lahir dari ombak yang tenang.

Semakin banyak masalah, bukan saja hanya agar kita merasa tak sedemikian beruntung. Bagaimana jika dibalik? Bahwa sebenarnya, hantaman masalah yang datang bertubi-tubi juga menunjukkan kualitas diri kita yang kapasitas tampungannya lebih dari yang mampu kita bayangkan. Acap kali kita merasa tak berdaya, sangat lemah, hilang arah, namun nyatanya semua ketakutan dan kekhawatiran itu justru terlampaui begitu saja.

Kita hanya tak sadar dengan kapasitas beserta kekuatan yang dimiliki sebab terfokus pada permasalahannya. Bukan pada penyelesaian pun hal baik apa yang sedang ingin hidup berikan di hadapanmu melalui itu. Jika saat ini kamu benar-benar merasa sedang down, berada di titik paling bawah, berikut 10 cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi perasaan terpuruk..

1. Penerimaan diri atas apa yang dirasakan

Banyak hal yang terjadi belakangan ini? Berbagai perasaan tak nyaman hadir secara fluktuatif. Kamu dihinggapi rasa galau, rasanya ingin menangis walau sudah ditahan sekuat diri. Berkali-kali berusaha menepis rasa tak nyaman yang datang melingkupi suasana hati, tetapi yang terjadi.. semakin ditolak alasan dan semua perasaan itu, semakin diri memberikan respons negatif. Sekujur tubuh gemetar, keringat dingin, kepala pusing, dada berdebar, produktivitas pun menurun seketika.

Pernah di titik demikian? Barangkali setiap kita pernah sampai di situasi paling tak mengenakkan. Kenyataannya, hidup memang tak selalu berjalan sesuai kehendak diri bukan? Tetapi semakin kita menolak kenyataan yang ada, semakin sulit kita berdamai dengan keadaan.

Terima, rasakan, kemudian maafkan. Beri waktu dirimu sendiri untuk menerima bahwa ada hal-hal yang terjadi di luar kendali diri. Sebab tak selamanya hidup akan berjalan sesuai kehendak kita. Tak masalah untuk menerimanya, merasakan setiap jengkal kesedihan.. amarah.. maupun kekecewaan, dan maafkan diri sendiri untuk melalui semua itu. Maafkan kondisi yang tak sejalan dengan rencanamu. Karena dirimu lah yang memiliki kendali seberapa jauh semua perasaan itu bisa menguasaimu :)

2. Alihkan pada apa yang membuatmu merasa lebih baik

Setiap orang memiliki hobby masing-masing. Ada yang senang menghabiskan waktu untuk berolahraga sebagai sesuatu yang disenangi dan menjadikan tubuh lebih fit. Itu karena olahraga sendiri dapat memicu hormon endorfin dalam tubuh yang menjadikanmu lebih rileks dan bahagia. Sehingga menghalau diri dari rasa stress maupun depresi. Ada pula yang menonton acara televisi sampai pada film layar lebar. Ada yang menghabiskan waktu untuk berkebun, melukis, menuang isi pikiran dengan menulis jurnal. Ada banyak hobby yang bisa diambil sebagai kesenangan pribadi selama itu membuatmu merasa baik dan tak merugikan siapapun. Tanyakan pada diri, apa yang paling kamu sukai dan ketika mengerjakannya kamu merasa sangat lepas, berbahagia, tak terbebani apa-apa. Banyak jalan menuju Roma kan? Tetapi tanpa peta kamu bisa tersesat! Segera bergegas, kamu berhak merasa baik-baik saja.

3. Tetap upgrade kapasitas dirimu dan jadilah lebih baik

Apapun masalah yang tengah dihadapi saat ini, bukan berarti kamu harus menjerumuskan diri pada perbuatan yang sia-sia. Tetap upgrade kapasitas diri dan buktikan bahwa kamu adalah pribadi luar biasa. Kamu takkan jatuh terpuruk dan hanya diam menangisi keadaan. Kamu tahu kapan harus berhenti sejenak untuk mengambil jeda dan bernafas dalam, kemudian kembali melangkah dan berusaha lebih baik. Setiap kita, pantas menjadi yang terbaik dalam versi diri sendiri. Kamu layak berusaha untuk itu.

4. Perbanyak bacaan dan tontonan edukatif yang menginspirasi dalam kebaikan

Jenuh? Sedang membutuhkan suntikan motivasi? Tetapi tak ingin berada di tengah keramaian? Kamu bisa menghabiskan waktu untuk membaca banyak buku self improvement, pengayaan jiwa, kisah-kisah inspiratif yang dapat membangkitkan semangat. Kamu juga bisa menonton film-film inspiratif yang berdasarkan kisah nyata dari biography seorang tokoh misalnya. Ada banyak sekali film inspiratif yang diangkat dari kisah nyata, berdasarkan pengalaman si tokoh yang telah mengilhami dari berbagai latar belakang dan profesi berbeda. Pada intinya, kita dapat belajar dari jatuh bangun kehidupan si tokoh tersebut hingga berhasil melalui fase terberat dalam kehidupannya.

5. Menarik diri dari circle yang dirasa tak lagi satu frekuensi

Kadang, kita merasa berada di lingkaran yang salah. Kita merasa tak nyaman. Merasa apa yang dilakukan tak bisa dimengerti oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Setiap kebaikan yang ditunjukkan selalu saja disalah arti. Kita berada di tengah orang-orang yang tak pernah bisa mengapresiasi walau dengan cara paling sederhana sekalipun. Jika terus menerus berada di lingkaran dengan lingkungan yang tak kondusif, kamu akan semakin merasa bingung dan terpuruk seorang diri. Tak ada yang salah dengan menarik diri dan mengurangi durasi pertemuan hingga kamu merasa baik. Mulailah untuk menemukan circle yang benar-benar sesuai denganmu, di mana kamu dan orang-orang yang berada di dalamnya bisa saling bersinergi dan bertumbuh semakin baik. Mungkin terdengar mustahil dan sulit, tetapi bukan berarti tak mungkin :)

6. Jangan pendam segalanya sendiri

Terbiasa menyimpan dan memendam segala sesuatu seorang diri mungkin menurutmu lebih baik dari pada orang lain harus mengetahui permasalahanmu. Tetapi sesekali, kamu boleh terbuka dan menceritakan masalah yang dipunya pada orang yang benar-benar bisa dipercaya. Lebih bagus lagi jika orang itu bisa memberikan solusi tanpa perlu menghakimi dengan kalimat menggurui. Jika tidak, kamu bisa meluapkan segalanya pada buku harian bergembok yang tak memiliki mulut untuk bersuara. Menulis buku harian juga bisa menjadi terapi tersendiri untuk sembuh dari luka dan rasa trauma.

Seorang proffesor ilmu psikologi bernama James Pennebaker dari Southern Methodist University membuktikan lewat penelitiannya, bahwa menuliskan perasaan-perasaan akan membawa pengaruh positif terhadap sistem kekebalan tubuhmu (Dikutip dari Adversity Quotient by Paul Stoltz hal 107). Cobalah untuk menuang isi perasaan yang dirasakan secara lebih ekspresif.

7. Memperdalam ruhiyah atau spiritual diri sebagai manusia biasa

Spiritualitas nyatanya tak hanya berhubungan erat dengan kesehatan, melainkan menjadi salah satu pondasi ketenangan batin dan kunci dalam meraih kedamaian juga kebahagiaan bagi hidup seseorang. Untuk seorang Muslim, memperdalam ruhiyah atau keimanan menjadi penting sebagai solusi dalam menghadapi berbagai aspek permasalahan dalam hidup. Ruhiyah yang terasah, akan jauh lebih siap menghadapi bermacam-macam persoalan hidup dengan baik.

Sebaik-baik motivator adalah diri sendiri, kita yang berkuasa menjadikan sebuah hal sebagai penggerak motivasi dalam diri. Agar merasa semakin baik, kamu bisa berasyik mashyuk dengan membaca Al-Qur'an, khusuk dalam beribadah, mendengar tausiyah yang berisi kajian Islam. Meyakini, bahwa segala sesuatu terjadi tak lepas dari ketetapan Allah. Kita sebatas berikhtiar, Allah yang menentukan sejauh mana nantinya. Kita pun akan lebih legowo.

8. Afirmasi Positif

Ketika masalah datang, kita merasa sedih, mungkin larut dengan semua itu hingga terperosok jauh ke dalamnya. Cobalah untuk mengafirmasi diri dengan perkataan-perkataan positif yang ditujukan pada diri sendiri. Katakan apa saja ucapan baik dan yakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja. Misal : "Duhai diri engkau berharga, engkau luar biasa, engkau hebat, engkau telah berusaha yang terbaik hingga detik ini. Jangan menyerah, apapun yang terjadi! Tetap berusaha!"

Terus ucapkan afirmasi positif secara berulang-ulang hingga tertanam dengan sendirinya di alam bawah sadar. Mengafirmasi diri dipercaya dapat membuatmu jauh lebih baik dan berhenti menyalahkan diri maupun keadaan.

9. Lakukan kebaikan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain namun juga membahagiakanmu

Setiap kali merasa sedih, merasa sesuatu tak berjalan baik berulang kali, aku mengoreksi beberapa point yang mungkin masih bisa dirubah dan diperbaiki. Aku berpikir cara apa yang bisa bermanfaat untuk orang lain tetapi membuatku membaik dan berbahagia dalam waktu bersamaan. Aku sudah menemukan cara itu dan efektif melapangkan hati yang dirundung kesedihan tadinya. Aku memilih untuk berbagi.

Berbagi tentu memiliki konteks berbeda bagi setiap orang. Ada yang berbagi dalam wujud materi, tenaga, pikiran, bahkan doa. Selama itu menjadi kebaikan, lakukan apa saja bentuk kebaikan yang dapat kamu berikan bagi orang lain di sekitarmu. Mengunjungi dan menyantuni anak yatim, bersedekah pada mereka yang membutuhkan, memberikan hadiah pada orang lain, menyenangkan anak kecil, meluangkan waktu dan dedikasi untuk kegiatan sosial. Ada banyak lagi tentunya. Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menyalurkan kebaikan.

Dalam hadits riwayat Bukhari bahwasanya Rasulullah bersabda, "Setiap kebaikan adalah sedekah.."
Dari pada berlarut dalam kesedihan, ayo bersemangat menjemput kebahagiaan dengan mengerja berbagai rupa kebaikan 😊

10. Buat list pencapaian dan apresiasi diri untuk setiap hal yang dicapai

Ketika sibuk mengejar cita-cita dan segudang prestasi lainnya, sesekali kita akan terbentur dan terkendala kesulitan. Alih-alih merasa gagal dan hendak menyerah, kamu bisa menghalau perasaan negatif itu dengan menulis daftar pencapaian yang sudah kamu raih sejauh ini. Rayakan dengan mengapresiasi diri dan teruslah berusaha walau berkali-kali mengalami kegagalan beserta hambatan.

Ingat, pencapaian sejati bukan hanya tentang apa yang telah berhasil kita raih di puncak. Melainkan bagaimana proses yang dilalui. Sebaik apa kita pernah berproses. Bisa dibilang, proses demi proses di balik keberhasilan adalah pencapaian diri yang sesungguhnya. Apa yang telah diraih hanya bonus dari usaha selama ini.

Jadi, cobalah untuk menulis sederet list pencapaian. Dari hal terkecil, sampai pencapaian paling besar di dalam hidupmu.


Aku menulis ini juga dengan tujuan untuk merasa lebih baik. Menurutku menulis adalah kebaikan, mendatangkan kebahagiaan. Akhir-akhir ini ada sebagian besar kejadian tak mengenakkan yang terjadi di luar kendali, aku mengafirmasi diri dengan cara menulis. Meyakini tak pernah ada beban tanpa pundak, hadapi dan jalani, semua akan berlalu dengan sendiri. Tentu saja bukan karena aku benar-benar orang yang bijak, melainkan karena sama-sama orang yang juga tertempa masalah dan sepuluh cara ini juga telah kuterapkan saat berusaha "merasa" baik-baik saja dengan masalah-masalah yang hadir.

It's just a bad day. Bad time. Not a bad life. Everyone deserves to be happy. And you're never walking alone. Stay calm and never give up!  

Semoga bermanfaat. Tetap semangat ya! 😊
__________________________

Magelang, 21 Januari 2021

copyright : www.bianglalahijrah.com

0 Komentar