Gejala demam lagi. Mungkin efek kehujanan kemarin. Sewaktu menghadiri undangan untuk rapat HIMPAUDI yang berlangsung sejak 09.00 pagi hingga Dzuhur, tiba-tiba saja hujan turun dengan deras mengguyur Magelang. Kami yang waktu itu sudah bersiap-siap untuk pulang, mau tak mau memilih untuk tinggal sejenak demi menunggu hujan reda bersama para kader dari PAUD yang lain. Setelah beberapa saat menunggu, hujan ternyata tak kunjung reda, justru bertambah deras. Aku memutuskan untuk pulang menerobos hujan bersama Bu Zuhrotul Janah dengan mengenakan mantel, setelah sebelumnya pamit pada kader-kader yang lain. 

Sebenarnya beberapa kader yang lain sudah melarang kami untuk pulang waktu itu, mengingat hujan deras yang turun disertai angin kencang. Tapi karena ada kepentingan lain yang harus kuselesaikan setelah itu, aku menjelaskan alasan lain untuk meyakinkan mereka, jadilah kami pulang di tengah-tengah hujan yang terasa sakit saat menyentuh wajahku, maklum aku tak mengenakan helm waktu itu, menyesal karena tak mengindahkan pesan suami. Baru kali ini aku benar-benar mengendara sambil menerobos hujan yang begitu deras, saking derasnya aku harus mengemudi sepeda motorku dengan pelan, karena jarak pandangku ke depan sangat pendek. Semua seolah tertutup dengan guyuran hujan. Beberapa kali truk dan mobil yang lewat dengan kecepatan cukup tinggi melibas habis genangan air yang terciprat ke wajahku. Aku sampai megap-megap mengusap wajahku dengan perasaan kesal. Mau berteduh rasanya sudah kepalang tanggung, ya sudah perjalanan tetap kami lanjutkan. :) 

Pulangnya semua sudah basah. Meski telah mengenakan mantel, ternyata tetap saja tembus sampai sekujur badan basah kuyup. Untung ada tukang bakso yang kebetulan sedang jualan, pikirku menu yang pas untuk menghangatkan perut dan tubuhku yang benar-benar menggigil. Benar-benar hari yang naas. Kemudian malamnya, karena terlalu kecapean aku sampai lupa mengenai undangan rapat di rumah salah satu Perdes mengenai hasil rapat lalu yang akan langsung dikerjakan di lapangan. Naas sekali, karena tak hadir sudah tentu laporan hasil rapat sebelumnya belum kuserahkan ke mereka. Hah! Melelahkan memang. Tapi mengapa tak ada satu pun yang menghubungiku ya? Apa sudah ada yang melapor lebih dulu? Entahlah. 

 *******

Hari ini, minggu 23 Februari. Rasa-rasanya setiap hari minggu aku benar-benar jadi ibu rumah tangga tulen dengan pekerjaan rumah yang tak habis-habisnya. Sekarang baru terasa capeknya. Sekujur badan sampai terasa linu, betisku sangat sakit saat digerakkan. Lha gimana enggak, wong sudah ada tanda-tanda mau demam tapi tetap kupaksain kerja rodi. Hahahaha. Dari pagi sampai jam dua pekerjaan rumah belum tuntas sepenuhnya, saat Bu Zuhrotul datang memintaku untuk buka fotokopian karena teman sejawat ada yang mau fotokopi, aku bilang pada beliau akan segera ke sana kalau bersihin halamannya sudah tuntas dan sudah bersih-bersih diri. 

Sumpek sekali lihat halaman yang belum sempat kupangkas beberapa waktu ini dikarenakan kesibukan yang lumayan menyita waktu di luar rumah. Lalu lalang tetangga yang lewat di depan rumah hanya menyapa sembari tersenyum saat melihatku tetap bekerja memangkas habis dedaunan dan rumput yang membuat halaman rumah menjadi tak asri. Meski tak seluas lapangan sepak bola, tapi lumayan menyita waktu dan tenaga. Huwaaa... Nasib jadi emak-emak ya. Subhanallah, dinikmati dan syukuri saja. ^_^ 

2.30-4.30 sore, setibanya di fotokopian aku merasa benar-benar tak sanggup berlama-lama menemani Bu Zuhrotul dan Bu Nasikhah yang sedang mengawasi pekerjaan tukang service mesin jahit yang sudah diminta datang sejak beberapa hari yang lalu. Kebetulan tempat fotokopian berdampingan dengan tempat yang kami gunakan untuk pelatihan menjahit lalu. Karena fotokopian Mbak Nasikhah sudah selesai, aku pamit pulang karena tubuhku benar-benar seperti mau ambruk. Kunci kios kutitipkan pada Bu Zuhrotul Janah. Aku pulang bersama Dek Nia putri bungsu dari Bu Zuhrotul. Duhh, pulangnya malah berpapasan sama hal yang membuat hatiku tak enak. -_-'

Eh, ada satu lagi ni. Hasil rapat HIMPAUDI kemarin juga membahas mengenai studi banding himpaudi ke Purwerejo tanggal 4 Maret besok. Yeaayy, harap-harap ni buat bisa berangkat ke sana mewakili PAUD 'Harapan Bunda' tercinta. Sebenarnya aku itu orangnya mabukan, buktinya pas ikut acara rakor kantor suami ke Yogyakarta. Empat jam perjalanan dari Magelang aku terus saja muntah-muntah sampai perjalanan pulang kembali ke Magelang. Beruntung setibanya di pantai Indrayanti-Yogyakarta aku masing bisa have fun bareng teman-teman yang lain. Semoga nanti nggak mabuk berat ya. Cukup sekali, aku merasa... kegagalan cintaa. Lho? Kok malah jadi nyanyi lagu dangdut. *Pletaakk!! :D 

Maksudnya, cukup sekali deh ngerasa tenggorokan pedih banget gara-gara muntah seharian. :) Purwerejo!!! Tunggu aku! Semoga aku berjodoh denganmu, jadi bisa silaturahmi ke sana. Lumayan bisa buat catatan perjalanan atau ngutip apapun yang bisa dijadikan ide buat nulis selama di perjalanan. Ngggaak saaabbaarrr!!!! Huaam, sudah dulu deh, mau istirahat dulu sambil nunggu waktu yang 5. :)

0 Komentar