Hujan abu kemarin cukup membuat seluruh penampakan yang ada di sini putih dengan abu yang begitu tebal. Ah, sempat khawatir mendengar Gunung Kelud meletus. Belum lagi pemberitaan mengenai warga Malang tepatnya di Kota Batu yang telah diungsikan. Tiba-tiba aku teringat kedua adikku. Sandi yang ada di Malang dan Hardi yang berada di Jombang. Aku belum bisa menghubungi mereka, sebab tak satu pun nomor yang kukenal di Malang dapat dihubungi. Mencoba untuk menelepon Ibu di Bangka Belitung, tapi keempat nomor selulernya tak satu pun yang aktif.  Ya Allah, lindungi orang-orang yang kusayangi. Pun mereka yang saat ini tertimpa musibah, semoga Engkau beri kekuatan dan kesabaran. Aamiin Ya Rabbal'alaamiin.

Beberapa hari ini, aku sedang dilanda dilema dan problem yang terus menerus datang bergandengan. Bingung, aku tak tahu harus bagaimana di situasi dan kondisi seperti saat ini. Aku ingin pergi, sejenak, hanya untuk lepas dari kepenatan hati.. pikiran dan ragaku. Duhai Allah, maaf jika aku menjadi seperti ini dengan sifat yang tak Kau sukai mengendap di diriku. Aku bingung. Benar-benar bingung tanpa tahu harus di ke manakan semua beban hati dan pikiran ini. Ah, bodohnya. Padahal jelas, aku punya Allah. Allah tentu tahu seberapa dalam kesedihan dan rasa kalut yang melandaku beberapa akhir ini. Semoga Allah memaafkanku atas semua khilaf yang kuperbuat dengan sengaja atau pun tidak.

Duhai hati, mengapa harus seperti ini jalan yang ditempuh? Tak ada jalan penyelesaian secepat yang diinginkan. Aku bingung, gusar, gamang, semua perasaan yang tak enak membaur satu di jiwaku. Aku hampir saja seperti mawar yang tinggal menunggu layu. Bahkan tangkaiku tak lagi mampu menopang mekar kelopakku. Tak ada lagi yang istimewa bagiku, semua memudar. Ah, ingin rasanya berteriak. Semua pergi semudah mereka datang. Secepat mereka datang, namun hanya untuk pergi lagi. Begitu sunyikah dunia ini? Hingga-hingga kesunyian itu sendirilah yang kerap mengunciku dalam kesendirian bersama sepi. 

Dear.. Aku ingin lepas dari semua belenggu kesedihan ini. Setelah kupikir lagi, aku mungkin butuh waktu untuk diriku sendiri. Karena itu aku memutuskan untuk berangkat ke Malang dalam waktu dekat. Mungkin butuh waktu beberapa pekan di sana, sesuai waktu yang dibutuhkan diriku untuk mampu berdialog dengan hatiku sendiri. Lantas mengajak semua kegandrungan yang ada di dalamnya untuk dapat berdamai dengan hidupku. Aku tahu bahwa kebahagiaan itu datang dari diri sendiri, kitalah yang harus pintar menciptakan kebahagiaan untuk diri sendiri tanpa harus selalu berharap, bahwa orang lainlah yang harus selalu bisa memberikan kebahagiaan seperti yang kita inginkan. 

Sudah tepatkah keputusanku? Semoga saja iya, aku tak ingin semakin hari hanya akan memperdalam rasa ini. Kali ini aku sudah bosan membahas semua hal yang ada di hidupku. Aku hanya ingin membuang semua uneg-uneg yang ada di hati. Bahwa hati juga butuh peraduan sebagai tempat berbagi dan berkeluh kesah. Aku sudah berusaha untuk merayuNya dan mencari jalan keluarku sendiri dengan meminta kemudahan dariNya. Tetapi ternyata berdoa saja tak cukup, aku harus berusaha lebih kuat dari ini. Bagaimana aku hendak berusaha? Sementara langkah dan gerakku terbatas oleh semua yang memaku hatiku dengan kesulitan yang hebat mendera secara silih berganti. Duhai hati, aku mohon jangan mengeluh. Cukuplah pikiranku saja yang benar-benar disesaki dengan bertumpuk-tumpuk masalah yang belum terselesaikan dengan baik dan memuaskan. Allah... Tolong bantu aku untuk dapat istiqamah di jalanMu. Untuk qanaah pada apa yang kumiliki saat ini dengan tak lupa bersyukur. Untuk bersabar pada setiap kesedihan dan kesulitan yang mendera.

Aku harus bangkit dari semua kelemahan ini. Aku tak ingin jadi budak dari kebodohanku sendiri. Tapi lagi-lagi mereka terkadang lebih kuat dari tekad baik yang kutanamkan di jiwaku. Bismillah tawaqqaltu 'alaa Allah. Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri pada Allah. Semoga semua kesulitan dan masalah yang terus menari-nari di hadapanku segera menemukan jalan keluar yang baik. Jalan penyelesaian yang tak perlu membuat orang lain tersakiti atau merasa dikhianati. 

Duhai Allah, sang pemilik hatiku.. yang membolak-balikkan hati.. tetapkan hatiku pada satu keyakinan, tetapkan hatiku pada satu kebaikan, tetapkan hatiku pada satu jalan lurus yang kan terus membimbing langkahku untuk menjadi muslimahMu yang senantiasa lebih baik dengan bermuhasabah dan tawadhu di hadapanMu. 

Duhai Allah, aku lemah. Sungguh aku sangat lemah. Hatiku bukan hati manusia suci yang telah Kau jamin kebersihannya dari kesalahan. Hatiku hanya seonggok daging yang merindukan cahaya yang dapat menuntunnya untuk kembali ke Rabb yang telah menciptakanNya. Hatiku sangat mudah dihinggapi oleh rasa rapuh, maka aku meminta kekuatan dariMu, agar semua ujian ini tak membuat langkahku tergelincir salah.

Duhai Allah.. Aku hanya manusia biasa yang tak punya daya apa-apa selain kasih sayangMu yang menaungi hidupku. Selain cinta dan keridhoanMu yang kan menyelamatkanku dari pedihnya siksa neraka Jahannam. Duhai Allah, begitu banyak keluh dan kesah yang membekukan kata dan membuat lidahku kelu saat bersimpuh di hadapanMu. Namun Kau Maha Tahu, apa yang terselubung dan yang tampak dariku. Kau Maha Melihat apa yang kusembunyikan dan apa yang kuperlihatkan. 

Duhai Allah... Sungguh aku sangat rapuh saat ini. Langkahku seolah buntu. Jalan yang tersedia di hadapanKu tak memberikan setitik cahaya terang bagi langkahku. Aku takut terjerembab dalam jurang yang salah. Aku takut, Allah. Sungguh hatiku sangat lemah, tolong bimbing hati ini untuk tetap setia pada janji penghambaanku padaMu. Allah.. Aku hanya manusia lemah yang dariMu kuperoleh kekuatan untuk meniti jalan cinta yang telah kau tetapkan di garis takdirku. Maka bimbing aku, bimbing langkahku untuk senantiasa berada di jalan cintaMu yang lurus lagi penuh cahaya. Allah, hanya kau yang mampu mencabut dan mengusir seluruh rasa kesedihan dan tidak enaknya hati yang menggandrungiku saat ini. Hanya Engkau yang mampu membuat apa yang tak mungkin menjadi mungkin. Hanya Engkau Allah... Hanya Engkau. Tempat semua makhluk yang pada akhirnya akan kembali jua padaMu. 

Duhai Allah, aku tak memintamu untuk menghilangkan semua kesulitan-kesulitan yang menghampiri hidupku.. aku hanya meminta agar Kau kuatkan hatiku. Barangkali lewat kesulitan inilah caraMu membalas cintaku. Lewat kesulitan inilah Engkau sudi mengampuni kesalahanku. Duhai Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. peluk aku ke dalam cintaMu. Jangan biarkan aku masuk ke golongan orang-orang fasik yang kehilangan petunjukMu. Jangan Allah, sebab aku masih takut pada ganjaran berat yang kau berikan di tempat peristirahatan keduaku; yaitu di alam kubur. 

Allah, kuatkan hatiku. Berikan jalan keluar untuk semua kesulitan hati yang mendera. Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maulana waanikman nashir.  Allah peluk aku... :'(

Catatan Hati Bianglala Hijrah_Magelang_15 Februari 2014

0 Komentar