Keep Writing!!!

Jumpa lagi sama hari minggu. Alhamdulillah, naskahku lolos di penerbit tersebut. Tapi karena ada satu kendala, jadinya harus menunggu buku kumpulan cerpenku terbit pada bulan Mei. Aku nggak mau berkecil hati, karena insiden kehilangan yang belakangan ini menderaku. Aku ingat wajah Ibu, Bapak, beserta adik-adikku. Mereka lah alasan pertama aku ingin menekuni dunia kepenulisan. Alasan pertama yang selalu menguatkanku saat rapuh. Nggak nyangka ya, ternyata semua sudah berjalan sesuai planning juga target yang aku tulis selama ini. Alhamdulillah... kuhaturkan syukur kepada Allah.

Aku semakin termotivasi untuk terus menambah jumlah antologiku. Selain itu semakin keranjingan buat nulis kumpulan cerpen. Aku lagi nulis buku yang mengangkat kisah dari anak-anak autis juga anak-anak keterbelakangan mental. Sedikit sulit memang, bukan hanya harus rajin-rajin browsing di internet, tapi juga harus survey ke lingkungan sekitar dan orang-orang yang tepat untuk aku jadikan narasumber demi menambah kemantapan dalam penulisan buku ini. Selain itu aku mulai banyak membaca buku-buku mengenai dunia anak. Mungkin juga karena aku membutuhkan banyak wacana dan pengetahuan dalam penulisan buku ini. Ya, meski sebenarnya buku ini lebih mengarah ke kumpulan kisah inspiratif mengenai anak-anak ajaib ini. Aku menyayangi mereka. Entah mengapa, aku masih menanam mimpiku sejak dulu untuk aku wujudkan di kemudian hari. 

Aku ingin menjadi penulis, kini sudah terwujud. Aku ingin menjadi guru, juga telah terwujud. Aku ingin punya perpustakaan pribadi di rumah, juga sudah terwujud meski yang ada baru 100 judul buku. Hal ini semakin memotivasiku untuk terus semangat menambah jumlah buku di rumah. Sejak kecil aku selalu berkata kepada diri sendiri, bahkan pada semua orang. 

"Aku mau mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak terlantar yang kurang mampu. Aku ingin menjadi orang yang bermanfaat. Aku ingin membantu memudahkan kesulitan orang lain." 

Meski aku sendiri bukan siapa-siapa yang dapat merubah sulit menjadi mudah dengan begitu gampangnya. Tetapi aku percaya mimpi dan harapan. Bukankah sejak dulu bahkan hingga kini, aku bisa berdiri dengan prestasi hidupku karena bermula dari mimpi dan harapan? Ada banyak mimpi sebenarnya, ada banyak harapan yang ingin aku wujudkan. Namun aku juga sadar, bahwa setiap hal membutuhkan waktu dan proses yang tidak semuanya mudah. Dan di sinilah aku, dengan mantap menyusun semua harapan ini dengan rapi di daftar planning dan targetku. Aku percaya, bahwa kelak, suatu saat nanti ini semua akan menjadi nyata. Aku bisa mewujudkan semua harapan ini dengan upaya dan usahaku, tak lupa... mungkin juga berkat dukungan dari orang-orang yang aku sayangi dan sayang padaku. 

Bismillah, aku ingin menulis agar bermanfaat bagi yang membaca karyaku. Aku menjadi seorang guru, agar ilmu yang aku miliki dapat bermanfaat untuk anak didikku. Aku membangun perpustakaan buku untuk menjadi ladang ilmu, kelak bagi orang lain. Ya Rabb, semua harapan ini aku gantungkan kepadaMu. Engkaulah yang mempunyai kehendak dan pemilik segala keputusan dari rencana yang telah aku susun dengan rapi. Semoga kelak, semua mimpi ini menemukan jalan yang mudah untuk tercapai. O iya, aku sendiri juga harus banyak belajar. Aku tak akan pernah lelah dan merasa malas untuk belajar, siapapun dia, bahkan lebih muda dariku sekalipun, jika ia lebih berilmu dariku, maka aku tak akan pernah malu untuk belajar banyak hal darinya. 

Aku rindu kedua adikku yang sedang berjuang di ranah ilmu saat ini. Mereka yang harus terpisah jarak dari orang-orang yang sudah seharusnya melindungi mereka dengan kasih sayang dan perhatian. Aku yakin, di sana mereka tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang lebih baik. Semoga ilmu yang kalian pelajari barokah, Dik. Semoga kelak, kalian bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan ikhwan sholeh sang penegak Islam yang melanjutkan perjuangan Rasulullah untuk terus menyampaikan kebaikan dan kebenaran di muka bumi. Aamiin. Betapa banyak harapan yang ingin aku selipkan pada diri kalian, betapa banyak mimpi yang ingin aku salurkan pada kalian. Mimpi ini bukan sembarang mimpi, Dik. Mimpi ini adalah penguat hidup, dan motivator saat rapuh menghampiri. 

Adik-adikku yang kakak sayangi, insya Allah secepatnya kakak akan mengunjungi kalian di pondok pesantren. Jaga diri baik-baik ya di sana. Kakak di sini sedang berjuang untuk menjadi kebanggaan kalian dan kebanggaan untuk semua orang. Membuktikan pada mata yang dulu kerap menatap kita dengan sinis, pada mulut yang kerap mencaci kita. Adik-adikku... teruslah belajar dan kejarlah impian kalian untuk menjadi nyata. Kakak di sini juga senantiasa berjuang untuk mereka yang tidak menyayangi kakak, tetapi rasa sayang kakak tidak memandang kata pengecualian kepada siapa sayang ini pantas kakak beri. Karena Allah, dan semoga senantiasa karena Allah. Barakallah ya Dik. Kehidupan kita sudah mulai menemukan titik terang dari kegelapan yang pernah ada. Kakak sayang kalian, Randi, Hardi, dan Sandi.

Dari Mbak Putri di Magelang ^_^ :')

2 Komentar

  1. Semangat terus dek ^^
    wujudkan semua mimpi jadi nyata

    BalasHapus
  2. Mbak Vera@ Iya, terima kasih banyak ya Mbak. :)

    BalasHapus

Assalamu'alaikum. Terima kasih sudah singgah dan membaca tulisan di Blog saya. Semoga bisa memberikan manfaat. Jangan lupa tinggalkan jejak baik di kolom komentar. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya. Ditunggu kunjungan selanjutnya :)